Langsung ke konten utama

Candu

Rindu itu terasa menghanyutkan dan menelusupkan rasa tenang, damai, dan aman. Tanpa rasa itu membabi buta. Mata, telinga, hati kini kubuka lebar-lebar seraya kutajamkan akal. Tak ada yang berbenturan! Semuanya terasa benar dan tak ada yang saling berseberangan. Logika dan rasa sama-sama mengangguk setuju tentang semua ini. Tentang cinta. Manusia yang belajar mengenal cinta, tentang saya yang belajar melafalkan kata cinta. Aku tenang dalam damai, bersama dirinya. Ingin kupejamkan mataku dalam dekapannya. Kita pun akan berdialog, tanpa kata, hanya bahasa sentuhan yang bercerita tentang rindu yang telah menjadi candu. 

Komentar