Langsung ke konten utama

tips merawat kebaya

Tips merawat kebaya ala Marga Alam:

1. Kebaya tidak selalu harus dicuci setelah dipakai, bisa dipakai 2-3 kali. Kebaya cukup diangin-anginkan saja.

2. Jika memang hendak dicuci, ada baiknya perhatikan bahannya. Sebaiknya gunakan dry clean pada mesin cuci Anda. Mengapa dry clean? Karena pilihan tersebut aman untuk semua jenis bahan kebaya, sehingga tidak merusak tekstur asli.

3. Jangan menjemur kebaya yang telah dicuci di bawah terik matahari. Jemurlah ditempat yang sejuk, agar warna pada kebaya tidak cepat pudar.

4. Jangan menyemprotkan parfum langsung ke kebaya. Hal ini juga akan merusak tekstur warna pada kebaya. Lebih baik gunakan parfum sebelum Anda mengenakan kebaya.

5. Cara penyimpanannya pun sangat sederhana. Cukup dilipat dan jangan digantung, terlebih bagi kebaya yang banyak aplikasi payetnya. Mengapa demikian? Karena bahan kebaya kebanyakan berbahan elastis, jika sering digantung makan bagian pundak akan turun karena beratnya payet.

http://www.KabariNews.com/?35077

Komentar

Postingan populer dari blog ini

It's been like 2 years?

I just finished skimming my post up to end 2012. Before getting married, and after marriage life up to last post before this. I didn't realized my post before marriage are mostly stories about a girl who tried so hard to get out of her miserable life with dark clouds inside her head facing her series of unfortunate events (I intended this blog to chute out those unnecessary garbage). After the wedding, honeymoon phase. Mmm, it was that fun, though. But, since I know this blog has other reader I tried to cover my bad stories. Wasn't like how I intended this blog to. After baby and few jobs, well, my life is actually getting better but still focus on my miserable life! (and list of hopes too) Last one, I wrote so many "haha" after a sentence that I think awkward, which now I find it annoying. Ha! (not haha)  I thought I was a positive person. But, it seems just to cover things up.  Even "let's giggle" this blog tagline is a survival, convincing my life...

catatan kaki

saya detik ini mungkin tahu perbedaan antara tersenyum dengan terpaksa atau bagaimana caranya tersenyum karena memang sedang gundah. tersenyum dengan terpaksa itu membohongi diri sendiri dan orang lain. saya pernah tersenyum supaya orang tidak mampu melihat kegundahan saya. saya memasang tameng, membentengi diri saya sendiri. tapi, ketika saya bisa tersenyum di kala gundah, mungkin saya telah menyerahkan segalanya. hal ini tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata. tapi saya pernah mengalaminya dan saya mengerti itu semua sekarang. karena saya sudah menerima semua ini setidaksuka apapun saya dengan keadaan saya. karena saya tidak terlalu menggenggam suatu apapun terlalu kuat. satu yang paling penting, saya sudah menyerahkan semuanya, termasuk diri saya dan saya merasa cukup dengan semua itu. tersenyum yang paling enak itu bukan karena ada alasan yang spesifik. tapi, senyum itu jendela diri saya yang paling dalam, bukan masalah saya sedang bahagia, sedih atau biasa saja. saya juga belajar...