Langsung ke konten utama
one big turn off is scolding in high tone for wrong numbering annotation while having nice mood about the project (after don't feel like it for a while). i'm sleepy now.

bye.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

It's been like 2 years?

I just finished skimming my post up to end 2012. Before getting married, and after marriage life up to last post before this. I didn't realized my post before marriage are mostly stories about a girl who tried so hard to get out of her miserable life with dark clouds inside her head facing her series of unfortunate events (I intended this blog to chute out those unnecessary garbage). After the wedding, honeymoon phase. Mmm, it was that fun, though. But, since I know this blog has other reader I tried to cover my bad stories. Wasn't like how I intended this blog to. After baby and few jobs, well, my life is actually getting better but still focus on my miserable life! (and list of hopes too) Last one, I wrote so many "haha" after a sentence that I think awkward, which now I find it annoying. Ha! (not haha)  I thought I was a positive person. But, it seems just to cover things up.  Even "let's giggle" this blog tagline is a survival, convincing my life...

catatan kaki

saya detik ini mungkin tahu perbedaan antara tersenyum dengan terpaksa atau bagaimana caranya tersenyum karena memang sedang gundah. tersenyum dengan terpaksa itu membohongi diri sendiri dan orang lain. saya pernah tersenyum supaya orang tidak mampu melihat kegundahan saya. saya memasang tameng, membentengi diri saya sendiri. tapi, ketika saya bisa tersenyum di kala gundah, mungkin saya telah menyerahkan segalanya. hal ini tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata. tapi saya pernah mengalaminya dan saya mengerti itu semua sekarang. karena saya sudah menerima semua ini setidaksuka apapun saya dengan keadaan saya. karena saya tidak terlalu menggenggam suatu apapun terlalu kuat. satu yang paling penting, saya sudah menyerahkan semuanya, termasuk diri saya dan saya merasa cukup dengan semua itu. tersenyum yang paling enak itu bukan karena ada alasan yang spesifik. tapi, senyum itu jendela diri saya yang paling dalam, bukan masalah saya sedang bahagia, sedih atau biasa saja. saya juga belajar...
:) Emoticon itu simbol orang tersenyum. Hanya simbol. Tapi ada yang saya baru sadar siang ini tentang emoticon ini, di jam istirahat, di saat saya memilih untuk tidak keluar makan siang karena pekerjaan saya yang tiba-tiba lebih banyak karena rekan kerja saya tidak masuk kantor. Cukup bikin saya ngedumel dalam hati. Masalahnya saya butuh masukan dari rekan kerja saya itu, karena akhir-akhir ini apa yang saya kerjakan buntu. Saya cerita ke mas lewat yahoo messenger, berusaha tidak membuat penjelasannya terlalu panjang. Dia cuma bilang "ooo", "smgt", dan diakhiri dengan ":)". Entah mengapa, tegangan tinggi di dalam diri saya mendadak turun. Haha. Rasanya seperti dia sedang tersenyum kepada saya. Padahal mungkin tidak. Lebih mungkin mukanya ketika dia mengetiknya lempeng atau fokus mengerjakan yang lain. Tapi, buat saya simbol itu seperti dia sedang benar-benar tersenyum lebar kepada saya untuk memberikan semangat. Terima kasih yahoo messenger karena kartun s...