Langsung ke konten utama

mas yoyo

Selama ini, mas yoyo masih jadi best architectural mentor buat saya. Dengan segala emosinya yang meledak-meledak, dia ngajarin banyak banget hal di arsitektur. Tapi malem ini saya baru sadar satu hal.

Terima kasih banget buat mas yoyo bikin saya ngerti dan ngerasain tentang "segimanapun ngeselinnya kantor, harus bisa dibawa fun". Dulu, berkali-kali dia sering bilang gitu dan bilang tim dulu itu seru banget. Dulunya sih mikir dia aja yang terlalu sentimentil dengan kehidupan kantor.

Ternyata dengan ngerasain kantor lain, dengan orang-orang yang makin beda. Yang namanya "sucks" ya emang sucks aja. Tapi kalo dibawa fun, kalo kita bisa ketawa dengan situasi yang kita alami, mentertawakan diri sendiri, kalo kita bisa bikin becandaan dari segala hal yang sucks banget, hati bisa lebih enteng dan atau minimal cinta sama orang-orangnya, meski akan selalu ada hal yang bikin kita marah atau makan ati di sekitar kita.

Satu keyakinan yang gak berubah dari dulu itu, saya keluar dari sana merasa terselamatkan dari lingkaran yang gak sehat. Tapi, setelah disini saya saya susah banget move on dari teman-teman tim dulu yang klop banget. Somehow, mudah-mudahan dengan apa yang udah saya lewati, saya mau pulang lagi. Mungkin gak dengan orang-orang yang sama lagi, mungkin bukan di lingkaran yang sama lagi. Tapi dengan realita di rumah sana dengan sekumit pengalaman yang pernah lewati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

It's been like 2 years?

I just finished skimming my post up to end 2012. Before getting married, and after marriage life up to last post before this. I didn't realized my post before marriage are mostly stories about a girl who tried so hard to get out of her miserable life with dark clouds inside her head facing her series of unfortunate events (I intended this blog to chute out those unnecessary garbage). After the wedding, honeymoon phase. Mmm, it was that fun, though. But, since I know this blog has other reader I tried to cover my bad stories. Wasn't like how I intended this blog to. After baby and few jobs, well, my life is actually getting better but still focus on my miserable life! (and list of hopes too) Last one, I wrote so many "haha" after a sentence that I think awkward, which now I find it annoying. Ha! (not haha)  I thought I was a positive person. But, it seems just to cover things up.  Even "let's giggle" this blog tagline is a survival, convincing my life...

catatan kaki

saya detik ini mungkin tahu perbedaan antara tersenyum dengan terpaksa atau bagaimana caranya tersenyum karena memang sedang gundah. tersenyum dengan terpaksa itu membohongi diri sendiri dan orang lain. saya pernah tersenyum supaya orang tidak mampu melihat kegundahan saya. saya memasang tameng, membentengi diri saya sendiri. tapi, ketika saya bisa tersenyum di kala gundah, mungkin saya telah menyerahkan segalanya. hal ini tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata. tapi saya pernah mengalaminya dan saya mengerti itu semua sekarang. karena saya sudah menerima semua ini setidaksuka apapun saya dengan keadaan saya. karena saya tidak terlalu menggenggam suatu apapun terlalu kuat. satu yang paling penting, saya sudah menyerahkan semuanya, termasuk diri saya dan saya merasa cukup dengan semua itu. tersenyum yang paling enak itu bukan karena ada alasan yang spesifik. tapi, senyum itu jendela diri saya yang paling dalam, bukan masalah saya sedang bahagia, sedih atau biasa saja. saya juga belajar...