Langsung ke konten utama

apa itu bahagia?

Bahagia itu ketika aku lapar, aku merasa tak masalah menahannya

Bahagia itu ketika aku lelah, aku senang telah melakukannya

Bahagia itu ketika aku marah, aku mampu marah dan kembali ingat

Bahagia itu ketika aku terpuruk, aku ikhlas, semua akan baik-baik saja

Bahagia itu ketika aku kalut, aku tahu apa panduku

Bahagia itu ketika aku menang atau kalah, ada yang menopangku

Bahagia itu ketika aku menangis dan tertawa, aku punya tempat berbagi

Bahagia itu ketika aku diam sendiri di kamar ini, aku merasa penuh

Bahagia itu ketika aku sendiri diantara keramaian, aku tak kesepian

Bahagia itu ketika setiap atom alam semesta berkonspirasi bersamaku

Bahagia itu ketika aku tak butuh apapun, dan tak bisa menghitung kasih sayangMu

Bahagia itu ketika aku memikirkan kebahagiaan, aku merasa bahagia

Satu lagi...

Bahagia itu ketika aku bersama seseorang, yang datang dan tak akan pernah pergi

Dan yang menggetarkan...

Bahagia itu ketika aku ingat Engkau, aku menitikkan air mata

Amin.


*dan aku belum bahagia sekarang*

100617

Komentar

Postingan populer dari blog ini

It's been like 2 years?

I just finished skimming my post up to end 2012. Before getting married, and after marriage life up to last post before this. I didn't realized my post before marriage are mostly stories about a girl who tried so hard to get out of her miserable life with dark clouds inside her head facing her series of unfortunate events (I intended this blog to chute out those unnecessary garbage). After the wedding, honeymoon phase. Mmm, it was that fun, though. But, since I know this blog has other reader I tried to cover my bad stories. Wasn't like how I intended this blog to. After baby and few jobs, well, my life is actually getting better but still focus on my miserable life! (and list of hopes too) Last one, I wrote so many "haha" after a sentence that I think awkward, which now I find it annoying. Ha! (not haha)  I thought I was a positive person. But, it seems just to cover things up.  Even "let's giggle" this blog tagline is a survival, convincing my life...

catatan kaki

saya detik ini mungkin tahu perbedaan antara tersenyum dengan terpaksa atau bagaimana caranya tersenyum karena memang sedang gundah. tersenyum dengan terpaksa itu membohongi diri sendiri dan orang lain. saya pernah tersenyum supaya orang tidak mampu melihat kegundahan saya. saya memasang tameng, membentengi diri saya sendiri. tapi, ketika saya bisa tersenyum di kala gundah, mungkin saya telah menyerahkan segalanya. hal ini tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata. tapi saya pernah mengalaminya dan saya mengerti itu semua sekarang. karena saya sudah menerima semua ini setidaksuka apapun saya dengan keadaan saya. karena saya tidak terlalu menggenggam suatu apapun terlalu kuat. satu yang paling penting, saya sudah menyerahkan semuanya, termasuk diri saya dan saya merasa cukup dengan semua itu. tersenyum yang paling enak itu bukan karena ada alasan yang spesifik. tapi, senyum itu jendela diri saya yang paling dalam, bukan masalah saya sedang bahagia, sedih atau biasa saja. saya juga belajar...