Langsung ke konten utama

Postingan

olivia ong. 4 putaran. zzzz

Terima kasih. Itu jawaban yang terpikir saat saya membaca tweet yang bertanya hal apa yang akan kamu katakan kalau kamu bertemu Tuhan sekarang. Kalau memang yang saya ucapkan lewat kata-kata cuma itu yang ingin saya sampaikan. Saya akui ada hal-hal lain yang saya pikirkan, seperti doa atau keinginan. Tapi, ah, saya pinggirkan sejenak hal-hal itu. Yang utama saya cuma mau berterima kasih. Sejenak tentang hari ini. Hari ini saya sakit. Di hari ke-3 menstruasi saya dan sepertinya masuk angin kelas berat. KLOP. Sakit perut, nyeri sekujur tubuh, lemas, tadi sempat mau pingsan. Dimana? Di kantor. Duh, ini malu-maluin sebenarnya. Tapi, saya tersentuh dengan kebaikan orang-orang di kantor saya. Mbak sekretaris yang memijat dan mengeroki saya. Mas bos yang sempat memapah saya yang hampir mau pingsan untuk duduk selonjoran, dan meminjamkan jaket untuk kaki saya. Jaka melani yang membantu membawa barang saya turun. Melissa si lempeng membuatkan teh panas. Winer dengan ransum super lengkapnya. Aya...

oh februari, maret, april

saya kira, hari-hari saya akan biasa-biasa saja. tapi ternyata, banyak sekali yang harus dilakukan. 1. india trip di pertengahan april yang butuh waktu untuk mengurus visa dan merancang trip 2. singapore trip di awal maret, ya ini relatif ringan 3. fulbright. TOEFL!! aaaaaaaaa harus belajar!!!! c'mon heart, be brave, be bold.   doakan saya!    

23

hhoolllaaa!!!   biasanya di dekat-dekat waktu ulang tahun saya. biasanya selalu ada hal-hal yang membuat saya harus bersabar karena yang pasti menguras emosi. mungkin saya selalu diberi pelajaran untuk menjadi dewasa. entah kenapa, tapi ini terus terjadi sejak ulang tahun saya ke-17. entah. ajaib mungkin. hal ini terus terjadi sampai ulang tahun saya ke-22. sampai-sampai menjelang ulang tahun saya, saya selalu berpikir "mmm, taun ini apa yang akan terjadi ya".   sekarang 2011, di ulang tahun saya yang ke-23 ternyata terjadi lagi. ya. tapi dengan situasi yang berbeda. saya di ulang tahun untuk 2011, saya merasa memasuki fase yang berbeda. tahapan yang selalu saya pikir adalah tahapan yang hanya dialami orang-orang dewasa (seringkali saya merasa masih seperti kanak-kanak meski umur sudah kepala 2, rasanya saya belum setua itu). tahun ini spesial, tidak ada rasa khawatir, takut, atau marah. luar biasa. saya sangat bersyukur. saya memasuki fase yang baru. di umur 23 ini, but...